A TRAVEL BLOG BY AIYA LEE

01 Juli, 2012

ETIKA MEMBELI OLEH-OLEH

[Sumber ilustrasi dari sini]
Bagi yang gemar bepergian, tentu ada perasaan senang melihat orang yang kita sayang jadi tersenyum mendapatkan cinderamata. Pastinya semua orang ingin setiap perjalanannya bisa memberi kesan yang baik bagi keluarga maupun kerabat yang ditinggal. Tentu itu sangat bagus untuk terus dipelihara, apalagi selama budget perjalanan dan tenaga anda masih memungkinkan.

Yang menjadi masalah adalah terkadang orang-orang yang ditinggal itu merasa wajib "diperhatikan" dan dengan sesuka hati meminta apa saja yang mereka inginkan. Bagi sebagian orang ini bukan suatu perkara besar, apalagi kalau itu untuk keluarganya sendiri. Beda lagi dengan orang yang jarang bersosialisasi dan memiliki keperibadian tertutup, pasti ia merasa sangat sia-sia membuang waktu (dan materi) liburannya untuk sekedar tawar-menawar hingga mencari lokasi oleh-oleh limited edition pesanan anda.

Berikut sedikit ulasan singkat saya yang sangat asal, tapi tak masalah siapa tahu ada benarnya dan bisa jadi teman anda adalah salah satunya:

Tipe Legowo
Orang-orang seperti ini biasanya lebih memilih 'bermain aman' dan paling disukai oleh setiap pelancong. Mereka akan dengan lapang dada menerima apa saja yang anda berikan dan selalu mengatakan terima kasih dengan tulus. Dengan kata lain, kalau dapat yah syukur, kalau enggak juga gak apa-apa. Baik sekali bukan?

Tipe Muka Tembok
Ini juga sebelas duabelas dengan yang diatas. Bedanya, mereka akan memeluk anda erat-erat saat mendapatkan bingkisan yang sangat mereka harapkan. Sebaliknya, anda akan dibiarkan mengobrol dengan vas bunga di atas meja dan mereka akan diam seribu bahasa saat mengetahui anda datang dengan tangan kosong. Untuk yang satu ini, saya jamin wajah mereka tak akan mempan walaupun dihinggapi lalat tempat sampah yang menjijikkan, kecuali disengat oleh lebah kebun kelapa sawit Kalimantan.

Tipe Ratu Pamrih
Mereka ini akan terlihat sangat baik ketika anda sedang melakukan perjalanan. Setiap pesan untuk sekedar mengingatkan makan siang akan selalu masuk di ponsel anda. Selain itu, seruan perhatian hingga "jangan lupa pake jaket" akan menghiasi malam-malam romantis ditempat liburan anda. Selanjutnya, menjelang sehari sebelum pulang, mereka akan meneror ponsel anda dengan titipan oleh-oleh dari yang biasa sampai yang aneh bentuknya. Dan anda, anda akan merasa sangat berdosa kalau tak mengabulkan permintaan mereka. Gampang sekali.

Tipe Ibu Peri
Mereka adalah separuh dari jumlah populasi manusia dimuka bumi. Sangat mengerti keadaan pelancong dan gak bertingkah saat anda tak sempat membawakan sesuatu untuk mereka. Biasanya mereka akan menentukan sendiri apa saja yang harus anda bawa sepulang liburan, daftar harga dan lokasi tempat dijualnya pun akan mereka sertakan, tak lupa uang untuk membelinya akan mereka selipkan di telapak tangan anda saat berpamitan kerumah. Bahkan saat anda meminta maaf dari lubuk hati yang paling dalam, mereka akan mengatakan "yaelah, gak papa. ntar lain kali saja, itu pun kalau sempat." Cling!

Tipe Meneketehe
Mereka ini walaupun jarang dan kasat mata tapi tetap nyata dan selalu mengintai daftar rencana liburan anda. Biasanya mereka berasal dari kalangan teman-teman dekat anda yang kemudian mengaku kenal dekat dengan anda. Sudah pasti ujung-ujungnya pada minta oleh-oleh, gratis pula. Nah kalau yang satu ini, tuhan tak akan campur tangan untuk memberikan tanda-tanda lewat mimpi buruk anda sebelumnya.

Tipe Dedemit
Ini yang paling sukses bikin emosi jiwa anda meledak-ledak. Mereka bahkan sangat ampuh menjadi pengganggu liburan anda. Yakinlah bahwa perasaan bahagia anda akan berubah dalam sekejap saat mengingat rentetan titipan mereka. Biasanya mereka akan menitip hal yang paling terkenal dari tempat kunjungan anda, entah makanan, aksesoris, hingga perhiasan dengan harga selangit. Belum lagi anda harus mencari sendiri tempat yang menjual titipan 'spektakuler' mereka, dan yang paling parah adalah anda juga harus menalangi dulu semuanya.

Selain itu, tanpa basa-basi mereka nekat mengancam akan mengakhiri hubungan baik dengan anda bila anda mencoba tak mengabulkan permintaan mereka. Parahnya lagi, mereka bahkan tak memikirkan apa yang mereka titip dengan kondisi perjalanan anda, terserah anda memakai ransel atau koper, sedang liburan atau dalam perjalanan dinas, dan pakai atau tanpa bagasi, yang penting oleh-oleh mereka adalah harga mati. Kalau sudah begini, saya cuma bisa berdoa semoga tuhan beserta anda!

* * *

Berteman memang boleh dengan siapa saja, semakin banyak teman malah semakin bagus pula pergaulan anda. Namun anda juga harus ingat, melakukan perjalanan adalah salah satu agenda penting yang tak boleh luput dari hidup anda. Dan terkadang saat anda hendak melakukan perjalanan, satu juta umat manusia akan datang dan mencari perhatian agar mendapat imbalan oleh-oleh. Tak masalah asalkan anda mampu menyanggupi semuanya, lain ceritanya dengan mereka yang belum pernah melakukan perjalanan dan terlalu dermawan hingga membelikan buah tangan untuk semua kenalannya.

Untuk masalah seperti ini, anda harus bijaksana dalam menentukan pilihan. Utamakan keluarga dan para kerabat dekat terlebih dahulu, selain itu anda juga harus mempertimbangkan kondisi fisik anda saat hendak kembali. Jika masih sanggup membawa banyak tentengan, tak masalah dan silahkan berbelanja sebanyak mungkin. Tapi jika anda dalam perjalanan dinas yang singkat dan hanya menggendong ransel kecil dipunggung, tak ada salahnya anda mengganti titipan mereka dengan bingkisan mungil yang menarik dan tak memberatkan selama perjalanan.

Yang terakhir, pertimbangkan dengan masak orang-orang yang patut diprioritaskan dan yang hanya sekedar cari perhatian, selain itu jangan lupa untuk memikirkan kekuatan budget anda hingga kembali ke rumah. Ingat yah, oleh-oleh itu hukumnya sunnah, bukan wajib!

I live in the amazing East Indonesia

A travelogger who loves humanity echoes.
Life as nomadic and born to be talkative.