About Me

Dari ibu saya belajar berjalan, memeluk, membersihkan diri, berbagi, dan bersosialisasi. Bapak datang membocorkan rahasia tentang dunia ketiga. Lewat peta buta ia menjelaskan pulau-pulau yang tak bernama. Bapak jualah yang menabur benih sebagai petualang. Umur tujuh tahun saya mengenal hutan, berlayar dengan tongkang, tidur di bagasi hardtop, naik traktor, menggayung perahu, berburu, hingga menyantap binatang buas.

Nenek hadir sebagai panutan luar biasa. Keagungan budaya dan hukum tata adat mengalir dalam darahnya yang kental. Kami besar dalam nilai-nilai religi khas Indonesia Timur. Tidur dalam keadaan lapar atau memasuki masjid dengan baju kusut adalah dosa besar di matanya. Beruntung, setelah menunaikan mimpi terakhir, Tuhan memanggilnya pulang.

Tumbuh dalam halaman-halaman Atlas tua, saya pun bersumpah jika sudah besar nanti dunia ketiga harus takluk di bawah kaki. Bapak harus bangga, bahwa Indonesia memang tidak seluas Halmahera atau setinggi Gamalama.

Tidak ada komentar